togel sgp

Habib Rizieq:"Apa SP3? Ngga Ngaruh Tuh Buat Gue! Bela Kebenaran Kok Ditangkap Lucu!"


Situs Judi Bola - PDIP mendaftarkan pengacara Habib Rizieq, Kapitra Ampera, sebagai bacaleg. Kapitra menyebut, meski masuk parpol mana pun, dirinya tetap mendukung Habib Rizieq sebagai presiden. 

"Capres saya Habib Rizieq Syihab. Tugas saya membela ulama dan agama di mana pun saya berada. Wallahi saya membela agama. Mau di kandang macan, harimau, atau banteng. Terserah," kata Kapitra kepada detikpw, Selasa (17/7/2018).


Tapi untuk saat ini habib rizieq tidak ingin kembali ke Indonesia,karena merasa tidak di hormati menurut Habib Rizieq.Beliau ingin kembali jika diberikan akses mudah untuk memasuki Indonesia serta diberikan karpet merah untuk menyambut kepulangan Imam Besar Indonesia.

Habib Rizieq mengaku tidak takut akan kepemerintahan di Indonesia, ia merasa memiliki banyak anak buah yang dapat di dorong kapan saja untuk melawan pemerintah Indonesia.

"Banyak sekali yang meminta saya untuk kembali ke Indonesia, tapi saya tolak karena saya masih menunggu permintaaf maaf dari pak jokowi dan rakyat indonesia lainnya kepada saya atas perlakuan ketidakhormatan untuk saya, ujar habib Rizieq."

Cerita Warga Patungan Bendera Negara Asian Games Bertiang Bambu


Jakarta - Bendera negara yang dipasang pakai bambu dipasang kembali di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara. Rupanya deretan bendera dan tiangnya itu hasil patungan 9 orang. 

Hal tersebut dituturkan seorang warga setempat bernama Tamran saat ditemui detikcom di lokasi, Penjaringan, Jakarta Utara, Rabu (18/7/2018). Tamran menyatakan dia dan teman-temannya yang membeli perlengkapan bendera itu. 

"Kita bawa marilah kita meriahkan lah Jakarta ini (meriahkan Asean Games dan acara torch relay nya). Pasang bendera beli bendera dan beli bambu. Kita pakai uang masing-masing," kata Tamran. 



Lurah Penjaringan Depika Romadi membenarkan adanya izin dari warga untuk memasang bendera-bendera tersebut. Tujuannya untuk memeriahkan gelaran Asian Games. 

"Mereka bicara bolehnggak pak kalau dipasang ini (bendera) biar rame ramein ya. Saya sampaikan selama itu tidak menggangu untuk memeriahkan ya silakan. Memang pas malamnya saya lihatnya memang suda ada tapi pada saat pastinya mereka masang itu jam berapa saya nggak ngeh, kurang paham. Tapi waktu malam saya lihat memang sudah ada," jelas Depika saat ditemui di lokasi. 


Depika menyatakan dirinya sempat ditelpon Wali Kota Jakarta Utara perihal pemasangan bendera yang sempat dicopot itu. 

"Awalnya minta penjelasan aja. Dari awal ceritanya gimana. Kemudian ya kemudian kan saya lihat di postingan Pak Anies mengapresiasi ya kemudian ada arahan ya dipasang saja lagi nggak apa-apa yo kita pasang gitu saja," tutur Depika. 

"Ini salah paham dan ya penilaian orang. Subjektivitasnya emang mungkin berbeda-beda. Niat orang kan masing-masing berbeda. Karena kemampuan anak-anak penjaringan kan yang namanya menengah ke bawah kemampuan terbatas ya," terangnya. 
(rna/imk)

Kapitra: Kalau Saya Caleg PDIP, Saya Kafir? Saya Cebong?


Jakarta - Aktivis 212 Kapitra Ampera bicara soal kabar pendaftaran dirinya sebagai caleg PDIP. Kapitra hingga saat ini mengaku belum mendapat konfirmasi kebenaran kabar tersebut.

Awalnya Kapitra bicara soal perlunya ada pihak yang menjembatani komunikasi umat dan Pemerintah. Dia melihat ada masalah komunikasi antara Pemerintah dan umat yang kian kuat menunjukkan keislaman. Kapitra sebenarnya masih mempertimbangkan peran itu, namun kabar soal dia dicalegkan oleh PDIP membuat kaget.


Kapitra mengaku sudah berupaya mengonfirmasi soal kabar itu, namun belum ada hasil. Elite-elite PDIP, kata dia, masih sibuk urusan pencalegan.

"Kemarin ada pengumuman bahwa saya jadi caleg, dicalonkan PDIP di dapil Sumatera Barat. Saya hari ini mencoba berkomunikasi dengan DPP PDIP. Terus terang saya belum pernah bertemu satu orang pun dari DPP dan saya juga belum pernah bertatap muka betemu bicara dengan Sekjen PDIP. Dan saya ingin bertanya langsung apa betul saya dicalonkan melalui dapil Sumbar? Ini penting bagi saya dan ini saya belum dapat konfirmasi langsung," kata Kapitra di Masjid Al Ittihad, Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (18/7/2018). 

"Tadi saya coba, tapi karena ada kesibukan beliau, ya saya belum bisa berkomunikasi. Jadi sampai detik ini saya belum mendapat kejelasan ya, kejelasan apa yang disampaikan kemarin di KPU," imbuhnya.


Kapitra tak menjawab tegas soal benar tidaknya dia menjadi caleg PDIP. Namun dia menegaskan tak pernah mengajukan diri jadi caleg ke partai manapun.

Dia lalu bicara seandainya kabar itu benar, hal tersebut bukanlah masalah. 

"Katakanlah kalau umpamanya saya caleg PDIP? Lalu saya murtad? Saya kafir? Saya munafik? Yang benar aja dong," ujarnya.

"Berarti kalau gua masuk PDIP gua cebong dong? Ngarang aja. Gua nggak boleh ke masjid dong? Kata siapa. Berapa persen orang Islam yang pilih PDIP dan berapa persen orang di struktur PDIP itu orang Islam? Kalau nggak salah, data dari yang saya baca dari statement, siapa itu kemarin di tv... 70 persen katanya, dia melakukan penelitian, dia bilang 70 persen strukturnya orang Islam, nah gimana?" sambung Kapitra.


Namun itu tadi, Kapitra menegaskan masih menunggu konfirmasi resmi dari PDIP. Dia juga menegaskan mengusung Habib Rizieq Syihab sebagai capres.

"Saya katakan ini pencalegan. Ini pencalegan. Saya dukung HRS, saya ingin HRS jadi presiden, bukan yang lain," ujarnya. 
(tor/fdn)
 
bandar bola